Pages

Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts

Wednesday, July 28, 2010

Ibu

Ibu saya masih bertanya seperti saya berusia 7 tahun
Pertanyaan pertanyaan mendasar dan khawatir

Sekarang bertambah satu pertanyaan walau tak sering
" kabogoh anu geulis tur soleh teh tos kenging ?"

Semoga ibu sehat selalu

Friday, April 9, 2010

Hujan sejak perbatasan

Hujan sejak perbatasan

Awalnya rintik rintik,

Hujan seperti ini membuat siapa saja enggan membuka payung atau mengenakan jas, terlalu ribet/repot rasanya.

Begitupula aku yang gak mau repot repot, untuk sekedar minggir sejenak membuka jas yang terselip di jok.

Memang suasana senang atau semangat bisa mengalahkan segalanya,

bahkan angin yang dingin berhembus ke muka dan seluruh tubuh malah terasa asik, padahal itu mungkin membawa penyakit.

Sampai perbatasan kota, kali ini hujan benar-benar deras, bukan rintik rintik lagi.

Akhirnya aku menjadi bagian dari sekian jumlah pengendara yang menepi sejenak untuk mengenakan jas. Tidak untuk memaksakan diri.

Orang lain yang mengendarai kendaraan roda empat mulai menyalakan sweeper,

sedangkan aku mulai sibuk beberapa kali mengusap air yang membasahi muka.

Sempat aku membayangkan duduk di dalam mobil sana, menikmati hujan yang melewati kaca tersapu sweeper berulang teratur sambil menikmati lagu lagu hits atau lagu lagu nostalgia dari mp3 original. Bukan mp3 bajakan yang kubeli di Kota Kembang.

Tapi, saat ini aku sedang asik duduk mengendalikan stang untuk menghindari jalan berlubang yang tertutup genangan air, sesekali saja lampu aku nyalakan, menghindari tekor.

Air yang mulai menembus jas terasa dingin, di tangan, dada, muka hingga kaki yang tergenang air dalam sepatu. Semoga saja air hujan yang mulai menembus tidak merusak catatanku yang selalu ku bawa bawa, pikirku.

Dalam kondisi hujan deras dengan jalan yang banjir aku hanya berharap selamat sampai ditujuan, bukan cepat sampai tujuan.

Untuk segala rasa syukurku lebih dalam, menikmati ini, dengan motor tua ku.

Kini aku duduk di parkiran, melepaskan sepatu dan memandangi air hujan yang menguap di atas mesin dan knalpot yang masih panas.

Gusti nu Agung, aku bersyukur untuk hari ini dan hari hari yang lalu.


Bandung, 9 April 2010



Sunday, February 14, 2010

Ternyata aku sakit

Aku sakit

Ternyata aku sakit

Penyakit itu menempel di mata dan kepalaku

Mataku sering ngantuk tak tertahan tapi lebih sering gak bisa tidur sampai terbit fajar.

Kepalaku dipenuhi rencana rencana tapi tak jua memuntahkan, pusing terlalu.

Obrolan terakhir saya merasa melantur gak jelas membuat mata dan kepalaku tambah sakit

Aku juga tidak begitu sadar apa yang kemarin aku tumpahkan, mungkin dia hanya menganguk meng ia kan

Sekedar menghormatimu, sekedar menghargaimu, sekedar menjaga perasaan supaya aku tidak tersinggung

Mungkin.

Kini ternyata dia menghilang, mungkin memang sudah seharusnya begitu

Dan bukannya dari dulu juga begitu. Kenapa saja aku masih tidak sadar. Hai kemana saja kau Sang Fajar.

Aku perlu obat, penawar, sesegera dan mendesak

Supaya mata dan kepalaku tidak sakit

Bawakanlah atau datanglah

Bandung, 15 Februari 2010

Thursday, December 24, 2009

Menunggu adzan berkumandang 2#

Story cut, masih masjid al manar ... (judulnya ganti kudunya mang)

Muadzin komat imam masjid maju keshaf terdepan sendiri, bapak usia sekitar 70 an seusia kakek disana. Hening tenang, imam menghadap semua jamaah, saya berdiri belakang imam. agak lama berlalu.
......................................
..................................................
...........................................................
....................................................................
............................................................................
........................................................................................

maaf paragraf di atas titik titik soalnya lagi khusu sholat ga mungkin bikin cerita fiktif.
gerimis kali ini mengantarkan saya melalui lagi sehari anugerah-Nya

Bima bima

Bandung, 24 Desember 2009

Menunggu adzan berkumandang 1#

17.45 Pm jam Dinding Masjid

Masjid Almanar, jalan Titimplik Bandung belum banyak jemaah yang hadir. Anak anak sekitar sepuluh orang asik riang bermain berlari lari di lorong mesjid.
Saya yang ditemani buku dan pena duduk dipojokan maejid menulis sekenanya, menghilangkan sepi tak ada kawan, bicara, ngobrol, diskusi, debat atau berantem. (Harusnya tadarusan mang).
Saya perhatikan beberapa jamaah Bapak2 melakukan sholat sunah (sholat apa ya ? jam 17.55 gituh). Sebentar sesaat magrib.
Tak lama berselang Bapak yang duduk disebelah menoleh, mempersilahkan adzan, waduh.. Ah kaya saya yang biasa di mesjid ini saja, lagian saya belum bersuci.

Bersambung dulu, nulisnya keburu adzan berkumandang.

Bima-bima

Thursday, September 24, 2009

Selamat hari raya idul fitri 1430H

Selamat hari raya idul fitri 1430H, mohoon maaf lahir dan batin.

Bagi yang ga sengaja pernah mengunjungi blog ini, kesasar, kenal beneran sama yang nulis, atau hanya kenal di dunia maya saja. Yang setulus tulusnya dari saya.

Atas tindakan, ucapan, perbuatan, tulisan, atau prasangka.

Bima Bima

Bandung, 5 Syawal 1430 H

Sunday, June 14, 2009

Rasa ingin "Kabita" (Penutup)

Melanjutkan ketika mengikuti khutbah jumat 1 Mei yang tertunda lama dan menggantung di momori kepala.
Terakhir khotib menceritakan tentang contoh sederhana sifat hasud yang mungkin terjadi disekitar kita. Untuk bagian terakhir dari tulisan saya atau ketika itu khotib menutup khutbah dengan khutbah ke dua, khotib menceritakan kisah tauladan dari salah satu sahabat Nabi. Kurang lebih begini. Dikisahkan sahabat yang berniat untuk membeli seekor kuda ke sebuah kota, singkat cerita sahabat bertemu dengan penjual kuda yang berniat menjual kudanya seharga 100 dinar. Karena Sahabat menjaga keberihan hati, kuda bukannya di tawar malah dibeli dengan harga lebih tinggi dari yang ditawarkan pembeli. Hikmahnya supaya supaya penjual kuda tidak merasa keliru menjual atau tertipu sendiri menjual terlalu murah. Sungguh mulia sifat seperti ini.
Akhirnya Khutbah itu ditutup dengan doa selanjutnya dengan Ibadah sholat jumat.

Monday, May 18, 2009

Kecewa dengan Partai Islam

Kapitalisme
Kapitalisme kalau dalam film diibaratkan sinetron, disitu banyak dikisahkan orang-orang kaya, mobil-mobil mewah gaya hidup metropolitan atau kemewahan dunia lainnya. Direktur muda berdasi, ganteng, punya istri empat cantik-cantik dan harta warisan melimpah. Kisah sinetron ini hanyalah fiktif, karena jauh dari kenyataanya, kalau pun ia haya segelintir yang hidup dalam kemewahan. Itupun dengan mengesampinkan rasa iba terhadap tetangga yg kelaparan atau verjuta rakyat miskin. Nah begitulah kenyataanya kapitalisme, ibarat nonton sinetron berseri yang membosankan tetapi laku di pasaran. Aneh kan..

Sosialisme/Komunisme
Sosialisme/Komunisme kalau dalam tv diibaratkan nonton iklan. Contohnya iklan rokok, dengan gambaran petualangan, suasana alam pegunungan, adventure atau apapun. Pencitraannya pokoknya yang gagah-gagah. Padahal kenyataanya sebaliknya, dalam peringatannya saja begini rokok menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Nah itu pula kenyataanya biarpun tau akibatnya banyak yang asik dengan merokok bahkan kecanduan. Aneh juga kan, sama halnya dengan sosialisme.

Islam isme/syariat
Syariat islam itu tergambarkan misalnya kalau membaca buku sirah nabawiyah, rinci jelas, sungguh mengagumkan. Tetapi anehnya kenapa malah hanya banyak diwacanakan. Atau mungkin hanya lagi ngantuk..**** ISN

Bima-Bima
Bandung, 18 Mei 2009

Kenapa partai islam kini ko ga konsisten dengan ucapannya?
Mudah sekali bilang A, kemudian diganti B C D dst..
Alasan demi kemaslahatan ga masuk akal yang rasionalitas itu bagi-bagi kekuasaan

Wednesday, May 13, 2009

Rasa ingin "Kabita" (2)

Rasa ingin “Kabita” (2)

Menyambung kisah mengenai klasifikasi kabita. Kabita haram atau imam jumat menyebutnya hasud saat ini banyak ditemukan disekitar kita. Sedikit ada kisahnya atau cerita seperti ini. Seorang yang menemukan uang palsu lima puluh ribu berniat berniat membelanjakan uangnya karena berpikir tidak mau rugi, dia berniat membelanjakannya buat beli ayam buat bakakak. “supaya teu kanyahoan ieu duit arek dibalanjakeun ka pasar jam hiji peuting” .. biar ga ketauan uang ini mau dibelanjakan di pasar jam 1 malam, ungkapnya. Di satu pihak ada lagi orang yang berjiwa hasud, orang ini baru mendapatkan bueuk (burung hantu) hasil buruan, besarnya sama dengan ayam. Kemudian dia berpikir tdk mau rugi dan pingin menjual buek nya. Wah lamun kieu carana ieu buek arek dijual jam hiji peuting arek ditawarkeun hayam, ke di pasar sabab jam hiji mah rada poek kaayaan pasar.. kalau gini burung hantu mau sy jual di pasar jam satu malam biar pembeli ga bisa membedakan ayam sama burung hantu.

Dikisahkan orang yang punya uang palsu dan yang mau menjual burung hantu tepat bertemu di pasar yang sama jam satu malam, karena dua-dua nya sudah punya niat buruk/hasud maka kedua orang ini tidak banyak tawar menawar atau saling periksa, akhirnya jual beli jadi. Ha ha katipu ku aing tukang dagang hayam dibayar ku duit palsu, sabalikna ceuk jelema anu ngajual buek bari jeung atoh… ha ha ketipu sama saya penjual ayam dibayar uang palsu dan sebaliknya kata orang yang menjual burung hantu. Kemudian ketika kedua orang tersebut sampai ke rumah masing-masing kedua nya memeriksa yg satu ayam beliannya dan yang satu uang hasil menjual burung hantu. Ketika diperiksa.. bedul teh si ontohod haram jadah aing katipu, kata keduanya bari nepak sirah kukulutus. Inilah kisah contoh kecil orang yang memiliki jiwa hasud dalam dirinya.

Btw, to be continue lagi ceritanya..

Bima-Bima

Bandung, 13 Mei 2009

Monday, May 11, 2009

Rasa Ingin "Kabita" (1)

Juanda, Jumat 1 Mei 2009. Seperti hari Jumat biasanya jam istirahat menjadi lebih awal, bagus lah supaya penat sedikit hilang. Dinginnya air sejuk terasa ke telapak tangan sampai pergelangan, mulut, seluruh muka, rambut hingga telapak kaki. Meskipun saya tidak selalu datang tepat tetapi jangan pernah melewatkannya, yaitu ibadah sholat Jumat. Mesjid rektorat ITB Bandung jadi pilihan lebih karena lokasi dekat, karena semua mesjid nyaman dan menentramkan.
Secara rata-rata bisa dibilang duduk di shaf belakang kemudian tengah, kalau didepan rada grogi kalau-kalau imam lupa, ah cuma alesan. Harusnya berlomba, karena didepan pahalanya lebih gede. Jumat itu sedikit cerah, biasanya godaan ngantuk keras sekali. Melihat khotib bersemangat menjadi serius menyimak isi khotbah yang merupakan rukun wajib sholat jumat. Tema atau judulnya kabita, kata bahasa sunda yang artinya rasa ingin, Khatib menyebutnya ghibtah atau hasud. Perasaan ini wajar pada setiap manusia, khatib menyebutnya fitrah berikut dalil dan hadist pendukungnya yang saya ga sanggup sekali hapal. Contohnya saya kabita ingin punya motor BMW R62, Triumph atau BSA bearti wajar, yang penting usaha. Tapi jiga kaleuwihan "terlalu berlebih". Kabita terus dikelompokkan menjadi tiga yaitu 1) kabita wajib, 2) kabita mubah, dan 3) kabita haram atau hasud.
Pertama, Kabita wajib contohnya kabita atau ingin kalau orang lain punya ilmu banyak dan mengamalkan ilmu tersebut, contoh lainnya rasa ingin/kabita melihat orang lain banyak hartanya dan mengamalkannya dan kita ingin berbuat seperti itu. Kedua, Kabita/rasa ingin mubah yaitu contohnya orang lain punya sesuatu dan kita ingun dan berusaha untuk memilikinya juga, seperti contoh saya yg mau motor klasik tadi artinya mubah. Ketiga, Kabita yang terakhir menurut pemaparan khatib yaitu kabita/rasa ingin yang haram atau hasud. Contohnya kabita/rasa ingin kepada milik orang lain atau kedudukan orang lain atau segala hal terus sambil berusaha menghilangkannya. Selalu sibuk memonitor nikmat orang lain dan menganggap rendah terhadap nikmat yang dimilikinya sendiri. Jadi selalu berusaha orang lain tidak lebih dari dirinya, ini merupakan penyakit hati dan dapat melunturkan iman, pahala, kebaikan dan menambah dosa begitu pemaparan khatib yang dilengkapi dalil dan saya lagi-lagi ga sanggup menghapalnya.

Sudah malam jadi bersambung dulu..

Bima-Bima
Bandung, 11 Mei 2009

Wednesday, March 25, 2009

Coretan di dinding

Menarik melihat dan membaca coretan di dinding salah satu tembok perempatan jalan kota. Memang coretan dinding bisa dibilang hanya iklan gratis bagi para pencoretnya yang mungkin hanya sekedar ingin tampil dan tidak mampu bayar pajak iklannya yang mahal.
Dengan hanya bermodalkan pilok dan sedikit nyali besar para pencoretnya, coretan di dinding kota adalah wujud pemberontakan para pencoretnya. Coretan di dinding adalah ungkapan rasa resah, resah dengan keadaan, resah dengan kesempatan, dan resah karena selalu terpojokan kesudut paling sempit. Menuntut akan ketidakadilan dan penindasan..
Salah satu coretan di dinding perempatan jalan BIP* yang saya lihat dan baca itu berbunyi : "Turunkan harga BBM atau bubarkan negara". Cukup singkat, tetapi bisa terkena pasal penghasutan kepada Negara. huh.. jadi seremm.. Senada dengan itu, pengamen berambut gimbal dan berkaos lusuh di depan pintu angkot melantunkan syairnya "....Orang tua ga mampu bayar sekolah anaknya...". Berat.... Saat itu aku di perempatan yang sama ketika menunggu lampu merah nyala berganti.

*BIP singkatan dari Bandung Indah Plaza

Bima-bima
Bandung, 26 Maret 2009

Tuesday, March 24, 2009

Akhirnya hujan turun juga

Awan hitam di langit kota Bandung yang terlihat begitu rendah seakan tangan kita bisa menggapainya akhirnya mengeluarkan hujannya, cukup deras. Diiringi sedikit suara gemuruh halilintar, sedikit membuat ciut nyali. Seingat saya halilintar terjadi karena proses terbentuknya muatan listrik dari awan itu sendiri akibat kristal2 es dan titik2 air berputar2 di dalam awan dan saling bertumbukan.
Yang jelas buat saya halilintar dan hujan itu misteri, bisa menjadi rahmat atau berkah dan bisa sebagai peringatan, pertanda dan bencana. Saat ini peristiwa hujan banyak dikaitkan dengan isu Global Warming, mungkin karena hujan lebih banyak mendatangkan bencana dibandingkan manfaat. Tetapi mungkin, pasti mungkin? setahu saya pohon banyak ditebang, sampah menjadi gunung dan sungai menjadi dangkal. Segitu besar dosa-dosa kepada alam,....hmmm menjadi teringat khotbah jumat terakhir di Mesjid rektorat ITB, khotib menyampaikan ceramahnya yang intinya kerusakan di laut dan di bumi disebabkan oleh tangan tangan manusia. Bahkan penceramah lebih vulgar menyampaikanya dengan memakai istilah pemerkosaan alam.
Semoga saja tidak disamakan dengan kaumnya Nabi Luth, Karun ataupun Nabi Nuh. Segera sadar dan sungguh taubat.. taubat sunguh-sunguh.

Untuk yang mengeluh karena turunnya hujan
Lebih baik marah karena banyak yang buang sampah.


Bima Bima
Bandung, 24 Maret 2009

Saturday, February 7, 2009

Pelajar dan mahasiswa mengamen?

Malam ini malam kesekian kalinya saya alihkan pandangan ke salah seorang mahasiswi/pelajar yang cantik dan menarik. "Seribu aja seribu aja", begitu syair yang diulang terus menerus ke arah setiap pengendara, lampu merah Jalan Dago.


Di salah satu sudut kota Bandung setiap sore menjelang hari libur, malam sabtu dan minggu ramai pengamen. Disetiap kota yang pernah saya singgahi menemukan pengamen tidaklah aneh, tetapi disudut kota Bandung ini sedikit berbeda, pengamen disini adalah pelajar atau mahasiswa, pria dan perempuan. Remaja-remaja ini berpenampilan menarik tidak mencirikan seperti pengamen sungguhan (yang perlu sesuap nasi untuk menyambung hidup), mungkin juga dari keluarga mampu dan kaya. Tidak ada tampilan mengamen demi membiayai kuliah.
Pada mulanya saya juga berpikir mereka menggalang dana untuk aksi sosial, bantuan bencana alam dan lainnya. Tetapi saya rasa tidak atau sekarang bukan untuk tujuan itu lagi, karena saya lihat dilakukan disetiap malam libur, dan apakah kejadian bencana alam di Indonesia terjadi setiap hari? kan tidak.

Kenapa insan intelektual mengamen?
Apapun tujuanya mengamen, tetapi kenapa insan intelektual calon para pemimpin mengamen. Bukannya pemerintah melalui dinas sosialnya memerangi hal ini, karena sikap ini akan membentuk karakter suka diberi daripada memberi, males dan tidak kreatif. Seharusnya mereka memberi contoh dan jadi panutan di masyarakat. Membuat proposal atau jualan saya rasa perbuatan terhormat daripada mengamen. Anehnya pengamen beneran pada saat yg sama kalah saingan. Sungguh disayangkan, naif.
Mungkin begitulah heterogennya kota Bandung, dan mungkin pandangan saya mengenai pengamen pelajar dan mahasiswa ini keliru.

Bima-bima
Bandung, 7 Februari 2009

Friday, January 9, 2009

Agresi Israel terorisme didepan mata

agresi israel ke palestina merupakan bentuk terorisme dan kolonialisme di depan mata. aksi-aksi kebrutalan mereka bukanlah hal pertama. pbb ga berkutik, selalu di veto oleh negara amerika. sungguh memuakan komentar bush tentang agresi israel yang mengantar pergantian ke thn baru hijriyah 1430 / 2009 m ini. pernyataan agresi israel merupakan bentuk pembelaan diri dari serangan hamas. tidak masuk logika dan ngawur.
bahkan presiden terpilih obama memberi komentar datar-datar saja dan dia menyatakan mungkin agak lebih bisa berkomentar banyak setelah tanggal 20 januari (pelantikan). padahal dalam tragedi kemanusiaan dan pembantaian tidak dibutuhkan waktu menunggu. memang jangan terlalu berharap kepada negara pencipta neokolonialisme di bawah asuhan intelektual dan creator yahudi ini, percuma.

tetangga tertidur lelap terbuai kemewahan
negara negara arab sebagai tetangga langsung sungguh mengecewakan, atau memang negara2 ini terlalau terbuai oleh negara barat, takut miskin dan dikucilkan atau secara politik tidak menguntungkan. mesir buktinya sampai sekarang belum membuka perbatasannya.

negara sosialis itu ikut peduli
aksi solidaritas masyarakat venezuela dengan aksi turun ke jalan kecam israel dan pengusiran dubes israel untuk venezuela oleh pemerintahnya bukti nyata bahwa tragedi ini bukan hanya sebatas tragedi satu golongan agama saja, tapi lebih luas lagi, kemanusiaan, anti imperialisme dan terorisme oleh bangsa zionis israel. "negara arab mana bukti kepedulian kmu, ini bukti solidaritas kami" kata seorang demonstran. pukulan keras bagi muslim brotherhood.

moesleem brotherhood
muslim brotherhood yang secara ideologi dan histori terikat dituntut peran lebih nyata. selain bantuan-bantuan medis dituntut lebih lagi peranannya. kalau diibaratkan penyakit, israel ini tergolong penyakit kronis sehingga harus diamputasi kemudian dikarantina bahkan dimusnahkan. perlu diingat dalam hal ini kita tidak memerlukan pbb dan amerikanya yang kita perlukan 100 pemuda yang gagah berani dan berjiwa kesatria, pasti negara zionis israel akan lenyap dari tanah palestina dalam sekejap mata.

Bandung, 10 Januari 2009

Bima-Bima

Wednesday, December 31, 2008

Spirit Tahun Baru Hijriya

Spirit Tahun Baru Hijriyah

Ditulis oleh Dr. Amir Faishal
Mengikuti tahun hijriyah akan lebih mengakrabkan kita dengan alam, dan otomatis akan lebih mendekatkan kita kepada Allah Sang Pencipta Yang Maha Kuasa.

Baru saja kita memasuki bulan Muharram, bulan yang mengawali tahun baru hijriyah kita untuk tahun 1425 H. Bulan yang tiba-tiba menghentak batin kita untuk segera mengenang peristiwa besar dalam sejarah, yaitu peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW. dari kota Makkah menuju kota Madinah. Setiap awal tahun hijriyah seperti ini kita seharusnya sebagai umat Islam segera membangun semangat baru untuk meningkatkan ketakwaan dalam diri kita. Meningkatkan ketaatan kepada Allah. Dan kita segera mengucapkan pada hari-hari yang telah lewat dari tahun 1424 H. : " selamat jalan, selamat menjadi teguran sejarah atas segala kekurangan dan kami berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang telah menyebabkan malapetaka dan kesengsaraan terhadap hidup kami di dunia maupun di akhirat ".

Apa yang menarik dari setiap kita memasuki tahun baru adalah munculnya kesadaran baru dalam diri kita. Kesadaran akan beberapa hal : Pertama, kesadaran bahwa diakui atau tidak usia kita telah berkurang. Sementara investasi pahala untuk simpanan di akhirat masih sangat tipis, dibanding nikmat-nikmat Allah yang setiap detik selalu mengalir. Tiada putus-putusnya. Dari segi ini saja kita seharusnya merasa malu, di mana kita yang mengaku sebagai hamba Allah tetapi dalam banyak hal orientasi kita menkonsumsi nikmat-nikmat Allah dan lupa bersyukur kepadaNya, bahkan kita sering mengaktualisasaikan diri kita sebagai hamba dunia. Kita masih saja lebih banyak sibuk menginvestasi kepentingan dunia dari pada investasi untuk akhirat.

Dengan datangnya tahun baru ini, semoga semangat untuk membangun kemegahan akhirat lebih kuat dari semangat untuk membangun kemegahan dunia. Kedua, pada tanggal 1 Muharram kita menyaksikan suatu perubahan waktu yang ditandai oleh pergeseran alam, yaitu munculnya bulan sabit tahun baru di ufuk barat. Dari sini kita menyaksikan diri kita berjalan seirama dengan perjalanan segala wujud di alam ini. Allah SWT yang menciptakan semua mahluk, selalu mengajarkan kita agar senantiasa memperhatikan kebesaraNya dengan menyaksikan ketaraturan dan kerapian ciptaanNya di alam semesta ini. Untuk itu kita diajarkan pula agar dalam menjalani ibadah kepadaNya selalu memperhatikan waktu-waktu tertentu yang sejalan dengan perputaran tata surya.

Dalam menjalani shalat misalnya, Allah mengaskan dalam Al-Qur'an agar ditegakkan pada waktu-waktu tertentu (QS. Al-Nisa: 103). Dan kita telah tahu bahwa waktu shalat Dzuhur setelah tergelincir matahari, shalat maghrib, setelah terbenam matahari, shalat subuh setelah terbit fajar dan lain sebagainya. Dalam menjalani puasa Ramadlan, kita juga diajarakan oleh Rasulullah SAW agar memulainya setelah melihat bulan tanggal satu Ramadlan, dan mengakhirinya pun setelah melihat bulan akhir Ramadhan. (HR, Imam Muslim). Ibadah hajipun Allah mengajarkan agar dilaksanakan pada bulan-bulan tertentu,(QS. Al-Baqarah: 197) Syawal, Dzulqa'dah dan dzulhijjah.

Semuanya itu sungguh menunjukkan betapa eratnya aktifitas ibadah kita dengan aktifitas alam. Dari sini terlihat dengan jelas betapa mengikuti tahun hijriyah akan lebih mengakrabkan kita dengan alam, dan otomatis akan lebih mendekatkan kita kepada Allah Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Ketiga, bahwa tahun hijriyah berjalan seirama dengan perjalanan sejarah Rasulullah SAW. Sungguh banyak peristiwa besar dalam sejarah Islam yang hanya terekam dalam bulan-bulan hijriyah. Seperti awal turunnya Al-Qur'an, titik permulaan hijrah, tanggal kemenangan dalam perang Badar dan lain sebagainya. Hari-hari besar Islam, seperti hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, sangat terkait dengan penanggalan hijriyah ini.

Dari sini kita akan lebih banyak belajar pada sejarah untuk membangun masa depan kita. Dalam arti kata lain kita akan menjadi pribadi yang pandai membangun masa depan dengan pijkan masa lampau yang kokoh dan benar. Dan kita dengan langkah ini tidak mengulang kesalahan dan kecelakaan masa lalu. Sebagaimana yang tersebut dalam sebuah riwayat: "Seorang mu'min tidak akan pernah terjerumus dalam jurang yang sama dua kali". ( HR Muslim) Dengan demikian, adalah kesadaran yang benar jika dalam permualaan tahun baru hijriyah ini, kita umat Islam membangun tekad baru, untuk meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah, sebagaimana yang baru saja ditegaskan pada awal tulisan ini. Karena hanya dari tekad inilah segala krisis yang pernah kita lalui pada tahun-tahun sebelumnya akan bisa diatasi. Selamat memulai tahun baru hijriyah dan selamat membangun masa depan umat ini dengan ketakwaan yang hakiki.

Sunday, December 28, 2008

terlalu mesra dengan kapitalisme

Pengantar
sejak berakhirnya perang dingin dan dengan secara tidak resmi dimenangkannya kubu barat, dunia telah dikuasai ideologi kapitalisme, neokolonialisme baru dengan dalih demokrasi dan hak asasi manusia. sejak jaman perjuangan kemerdekaan dan jaman orde lama bung karno paling anti akan hal ini. kalo perlu amerika kita sertika inggris kita linggis, itu kurang lebih sedikit penggalan pidato bung karno. padahal saat itu sampai sekarang kedua negara ini adidaya.

berdirinya gerakan nonblok yang
merupakan persekutuan di antara negara-negara di asia dan afrika. Persatuan ini dibentuk pada tahun1955 di Bandung, Indonesia. Pertemuan pertama berlangsung di Bandung, Indonesia. Pertemuan ini dibuka oleh Presiden Soekarno dan pada masa itu diketuai oleh PM Ali Sastroamidjojo. Hasil dari presidangan ini berupa deklarasi yang dikenal dengan Dasa Sila Bandung. Persatuan ini dibentuk karena pada masa itu sebagian besar negara-negara di Asia dan Afrika sedang dijajah. Sehingga menimbulkan perasaan senasib dan sepenanggungan. sungguh menjadi kekuatan baru saat itu selain blok barat dan timur. namun sejak ktt pertama bukan bearti gerakan ini berjalan tanpa hambatan, bahkan ktt ke dua sempat diundur karena lokasi ktt saat itu dibom. gambaran ini sedikit melukiskan ancaman-ancaman yang dihadapi bung karno.

Titik balik
tragedi gestapu atau gestok (menurut bung karno) yang akhirnya menurunkan tampuk kekuasaan sang pemimpin besar revolusi, setidaknya menurut beliau ada tiga faktor penyebab. yaitu keblingeran para pemimpin pki, ketidakberesan dr tubuh kita sendiri dan kelihaian nekolim (dari pidato nawaksara bung karno thn 1965). alasan ketiga inilah saya rasa sangat terasa kalaupun misalkan tidak terlibat secara langsung tetapi penebab utama terjadinya. Menjelang meletusnya g30s bung karno sangat mencurigai seorang diplomat As Marshall green yang dicalonkan oleh state department untk menggantikn Howard jones sebagai dubes AS di Jakarta. (A karim dp, 2006). apapun alasannya toh akhirnya bung besar tetap berakhir tragis dan menyedihkan di era pengganti yang kemudian disebut orba.


Era barat = kapitalisme
hubungan-hubungan dg bangsa2 nekolim yang sempat diputus bung karno sebaliknya justru coba direkatkan kembali dijaman orba, dengan alasan kesejahteraan dan pembangunan. yang kita tau dari awal bangsa-bangsa ini punya kepentingan dengan bangsa kita.

“Ik ga weer iets uit de school, klappen, saudara-saudara. Rahasia. Kami, diantara banyak bukti-bukti itu, mempunyai suatu bukti bahwa Amerika uit de hand van Duta besar Jones-jones itu prsoonlijk begitu baik kepada saya pernah memberikan uang 150 juta kepada seseorang. Het is veel (banyak) lo, 150 juta rupiah.., 150 juta rupiah diberikan kepada seseorang untuk apa? Ternyata dari surat serah dan surat terima atas sumpah lo, dengan sumpah bahwa uang ini dipergunakan untuk apa? Untuk menganjurkan, atau mepropagandakan, untuk memperkembangkan,di sini the free world ideology..”

Sukarno: Sidang Paripurna Kabinet Dwikora di Bogor, 6 November 1965.

penjajahan dalam bentuk lain tidak terasa telah terjadi. produk liberalisme, kapitalisme dan democrazy. KKN merebak yang pada akhirnya menyeret sang pemimpin orba. warisan kisah memalukan.

Era reformasi<= kapitalisme
kurang dari sama dengan.. masih bergulat panjang dengan awal kemunduran nasionalisme, lepasnya timor-timor, pilkada rusuh (tidak semua), aliran sesat, kembali ke multi partai , ham, demokrasi dll.

Tahun 1956 sokarno menuduh partai politik di Indonesia pada waktu itu sebagai biang keladi terpecah-belahnya bangsa, dan sempat mengajk rakyat untuk mengubur partai-partai tsb dalam sebuah pidato yang amat terkenal. Dengan mengubur partai politik soekarno menganggap bahwa bangsa Indonesia dapat kembali kepada rel revolusi yang sejati denga semangat persatuan. sama halnya era soeharto secara terstruktur dan sitematis menempatkan satu partai pemerintah dan dua partai pajangan.


Era keadilan dan kesejahteraan

era dimana kembalinya ke sistem hakiki.



Bima-bima

tulisan ini ngawur tetapi semoga menjadi sedikit bukti kecintaan penulis kepada sosok pemimpin besar revolusi bung karno.

Bandung 31 Desember 2008


Wednesday, December 24, 2008

Kenapa Golput harus difatwakan haram?

Abdullah Mubarok
INILAH.COM, Jakarta - PKS mempertanyakan pernyataan MUI yang mengatakan bahwa golput bukanlah urusan agama. Padahal urusan politik merupakan bagian dari agama.

“Memilih dan tidak memilih itu memang urusan politik tetapi jangan lupa politik adalah bagi dari agama,” kata Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq saat dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (13/12).

Setuju mengenai politik merupakan bagian dari agama, tapi banyak alasan orang untuk golput. Setidaknya golput dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok yaitu pragmatis, administratif dan ideologis. Alasan pragmatis contohnya pada saat dilaksanakannya pemilu atau pilkada sedang ada kepentingan, bisa bekerja, acara pernikahan, ibadah keagamaan atau bahkan males/kurang antusias kebosanan karena pemilu yang panjang mulai dari pilkada, dpr sampai pilpres dan lainnya. Alasan administratif contohnya tidak terdaftar peserta pemilu, alamat salah, sudah meninggal dan lain-lain. Kelompok ketiga ideologis, hal ini contohnya bisa karena parpol atau capres yang akan dipilih tidak masuk kriteria, beda pandangan, atau bahkan melawan rezim.

Kenapa golput harus difatwakan haram? mungkin ini realitas kekhawatiran para calon wakil rakyat, atau bisa juga murni perjuangan akidah. Yang jelas realitas yang ada masyarakat banyak dikecewakan dengan tingkah para anggota dewan/wakil rakyat, ya kalo ga korupsi mesum. Kewajiban memilih pemimpin dalam islam itu harus yang baik. Pada kenyataannya orang golput saja punya pemimpinya, bisa disebut oposisi diluar partai terdaftar pemilu atau lainnya (ga masuk sistem).

Seperti halnya pada jaman orde baru, orang golput karena alasan ideologi bukti nyata perlawanan terhadap pemerintahan yang totaliter. Pada orde sekarang wajar kalo golput karena alasan antipati/penghukuman tehadap para wakil rakyat bejat, tidak aspiratif korup dan lainnya. Toh kenyataanya hukum dikita tidak mengatur itu (menghukum orang golput).

Mari kita tidak memilih.
Mari kita tidak memilih wakil rakyat penipu.
Mari kita tidak memilih wakil rakyat korup.
Mari kita tidak memilih wakil rakyat tidak amanah.
Mari kita tidak memilih wakil rakyat yang tdk bisa membawa kesejahteraan.

Semoga segala usaha diridhoi.
Bima Bima